Kisah ini terjadi kira2 15 tahun dahulu sewaktu aku dibangku sekolah lagi... Aku dan si dia telah terpilih mengikuti pengembaran kokurikulum kebangsaan bersama-sama rakan kami yg lain... Sebelum ini aku tidak mengenali Si Dia walaupun berada kelas yang sama, nama Si Dia pun aku tidak tahu sebelum ini...
Hari yang ku nanti untuk berangkat sudah pun tiba... Aku bersama keluarga bermohon maaf antara satu sama lain sebelum berangkat ke England di pusat penerbangan KLIA... pada masa yang sama rakan2 ku yang lain pun turut serta bersama keluarga mereka masing2 termasuk Si Dia... keadaan yang dingin dengan tiupan aircon... hampirnya sudah tiba untuk kami semua berpisah dengan keluarga buat jangka masa sebulan dan pasti aku akan merindui masakan ibuku yang boleh membatalkan puasa seseorang... Kaki aku berat ingin meninggalkan tanah airku yang tersayang...
Sewaktu kami masing mengangkat beg masing2... ak berada dibelakang barisan antara rakan2 ku... terlihat seorang gadis yang mengalami kesusahan untuk mengakat begnya... aku pun dengan perasan malu dan menahan malu terus memohon izin untuk membantu dia... dia itu la Si Dia... Dia pn setuju dengan pendapat aku... tanpa berbual panjang terus aku mencapai beg Si Dia dengan tangan kananku disamping tangan kiri ku ada beg kepunyaan aku yang kurang beratnya berbanding beg Si Dia... Akhirnya kami sampai masuk ke pesawat AirAsia... Kami meletakkan beg kami dibahagian penyimpanan beg penumpang... Kami dibahagikan tempat duduk masing2... tetapi nasib menyebelahi aku apabila dapat duduk di sebelah Si Dia... rezeki yang ada terpaksa lah aku mengundur diri dan meminta rakan ku yang seorang perempuan untuk bertukar tempat duduk... keadaan itu adalah ingin mengelak fitnah... walaupun hati ini kata inginkan... tetapi itu adalah nasihat syaitan...
Akhirnya kami tiba didestinasi yang kami tunggu2... setelah 12jam lamanya kami duduk terapung-apung di udara telah berakhir dengan perasaan teruja melihat pembangunan dan pemodenan dunia sekarang... bangunan2 yang mecakar langit telah membuat kami terpaku seketika... tiba-2........
BERSAMBUNG....
Pertemuan kita di suatu hari telah menitikkan ukhwah yang sejati bersyukur ku kehadrat ilahi di atas pertemuan ini... namun kini perpisahan yang terjadi adalah dugaan menimpa diri akan ku sabar di atas suratan... ku tetap terkenang jua...senyuman yang tersirat di bibir mu menjadi ingatan setiap waktu...tanda kemesraanmu bersimpul padu... kenangku dalam doamu dan semoga Allah berkatimu...
Tiada ulasan:
Catat Ulasan